Pertanyaan : 

Selamat malam, Pak Cahya

Pak Cahya, saya akan jual tanah yang nilai transaksinya 1M lebih, oleh karena besar, pembeli tidak mampu kecuali dengan mencicil dengan DP, alasannya status tanahnya Petok.

Pertanyaan saya : 1.Pemberian DP itu didepan notaris atau bagaimana caranya, lalu surat petok saya diserahkan kepada siapa, pembeli pasti minta agunan.

2.Perjanjian model apa yang ada DP/mencicil, setahu saya AJB itu bisa ditanda tangani setelah pembayaran lunas.

3.Pembeli berjanji akan melunasi sisa pembayaran setelah 2 atau 3 bulan setelah diumumkan oleh BPN, jika pembeli wanprestasi maka apakah saya boleh membatalkan perjanjian dengan menarik kembali surat petok lalu bagaimana dengan DP yang sudah dibayar.

4.Mohon maaf, apakah semua Notaris/PPAT independent dalam masalah yang seperti ini

Demikian, Pak pertanyaan saya, mohon maaf atas segala kekurangan,

Terima kasih.

 

Jawaban :

Selamat siang Pak Adi.

Hal pertama yang harus diperhatikan adalah status tanah yang belum bersertipikat, yang kedua adalah proses pembayaran dengan cara cicilan. Dengan status ini, bidang tanah dan bangunan yang akan dijual hanya dapat dilakukan dihadapan NOTARIS, bukan PPAT.

Benar Pak, AJB hanya dapat dilakukan apabila sudah lunas, tetapi untuk tanah yang belum bersertipikat, walaupun pembayaran dilakukan secara lunas tetap dibuat akta yang menjadi kewenangan Notaris, bukan PPAT.

Notaris akan membuatkan AKta Pengikatan Jual Beli, dengan alasan bahwa atas bidang tanah tsb. sedang dalam proses pensertipikatan ke atas nama Penjual. Dalam akta tersebut juga akan diuraikan mengenai sistem pembayaran.

Notaris akan menyerahkan Akta Pengikatan Jual Beli tsb. kepada pembeli sebagai bukti bahwa telah terjadi proses jual beli. Mengenai sebagai pemilik mutlak atau tidak, dilihat dapat proses pembayaran tsb, sudah lunas atau belum.

Apabila nilai jual beli besar dan pembayaran dilakukan secara dicicil dan pembayaran pelunasan dilakukan dalam waktu lebih dari 8 bulan, saya sarankan Bapak meminta pembeli untuk  pelakukan proses jual beli ini melalui Bank.

Dalam proses melalui Bank, Bapak selaku penjual akan menerima pembayaran seluruhnya/lunas, setelah semua persyaratan selaku penjual, Bapak penuhi. Sedangkan mengenai pembayaran cicilan ke Bank berikut pembayaran bunga dan hal-hal serta syaratnya merupakan konsekwensi pembeli. Bapak jangan dipusingkan dengan hal-hal tersebut.

Apabila pelunasan akan dilakukan dalam 2-3 bulan, Bapak HARUS membuat perjanjian Akta Pengikatan Jual Beli ini di Notaris, dengan tidak melibatkan Bank. Dalam Akta  tsb. akan secara tegas diatur mengenai sistem pembayaran dan konsekwensi jika pembayaran tidak dapat dijalankan sesuai dengan isi akta. Tegas, jelas dan pasti.

Notaris/PPAT rekanan Bank akan menjelaskan lebih lanjut mengenai proses diatas. Insya Allah, semua Notaris/PPAT, baik yang rekanan maupun bukan rekanan Bank, akan (dan harus) bersikap independen.

Saran saya, silahkan secepatnya Bapak hubungi rekan Notaris/PPAT terdekat untuk meninta informasi lebih lengkap dan jelas.

Wassamu’alaikum.