Pertanyaan :

Apakah dlm pengikatan sewa menyewa tanah hrs ditandatangani oleh kedua orang tua (sbg pemilik) & diwakili oleh 1 anak saja, sementara anak2 yg lain tdk dilibatkan krn tdk menyetujui akad tsb.

Jawaban :

Siang Bu.

Koreksi sedikit ya, yang dibuat biasanya kita sebut perjanjian sewa menyewa, bukan pengikatan sewa mengewa.

Dalam perjanjian sewa menyewa, pihak Pertama selaku pemilik, lazimnya ditandatangani oleh suami isteri saja (dengan asumsi bahwa bidang tanah/bangunan objek sewa merupakan milik bersama suami isteri), sehingga tidak diperlukan persetujuan orang lain, termasuk anak-anak, sehingga uang sewa merupakan milik berdua (suami isteri).

Pada prinsipnya, yang menandatangani adalah pemilik yang berhak atas bidang tanah/bangunan tersebut. Sehingga harus diperhatikan, siapakan sebenarnya pemilik atas bidang tanah/bangunan tersebut, apakah milik pribadi, milik suami isteri atau milik bersama karena warisan. Hal ini bisa ditanya dan dikonsultasikan lebih lanjut dgn Notaris.

Dalam beberapa hal, anak-anak diminta untuk hadir dan tandatangan mengenai perjanjian sewa, apabila orang tua masih ada tetapi usia sudah sepuh dan menurut pertimbangan notaris, harus diperkuat surat keterangan sehat Dokter dan dengan sepengetahuan anak-anak atau salah seorang anak. Dalam hal ini, posisi anak dalam perjanjian adalah sebagai saksi bukan sebagai pihak.

Yang menjadi perhatian saya dalam perjanjian sewa menyewa ini adalah, bentuk perjanjian, apakah cukup dengan tanda tangan diatas materai saja, dihadapan Notaris dengan bentuk waarmerking, Legalisasi atau harus bentuk Notaril.

Sekali lagi, silahkan konsultasikan langsung dengan rekan Notaris terdekat.

Demikian jawaban saya, Bu Yuanita.

Tk.