Pertanyaan :

Kami menjual tnh & bangunannya, DP 5% kami terima dan AJB ats nama pembeli telah jadi namun dia ingkar membayar dgn alasan yang tdk jelas.

Apakah dgn pembatalan AJB lbh aman dan lbh mudah serta bagaimana cara/proses yg perlu kami tempuh.

Jawaban :

Selamat siang Bpk Saroja.

Saya prihatin, bahwa sampai sekarang kasus yang Bapak alami masih saja terjadi, mengingat saat ini, Notaris dan PPAT sudah banyak dan membuka kantor sampai pelosok daerah.

Keprihatinan ini saya sampaikan, karena seharusnya PPAT saat pembacaan AJB menanyakan dan membahas dengan jelas mengenai pelunasan pembayaran harga transaksi.

Kasus yang Bapak alami dapat terjadi karena beberapa hal:

  1. Para pihak tidak bertemu langsung dengan PPAT.

Para pihak hanya mempercayakan pengurusan kepada pihak ketiga, baik peorangan maupun  aparat pemerintahan.

Para pihak hanya tau beres, tandatangan AJB dihadapan pihak ketiga atau aparat tsb, bayar biaya yang diminta dan nanti terima uang atau terima AJB/sertipikat. selesai….

  1. Para pihak memberikan keterangan tidak benar kepada PPAT.

Para pihak bertemu dan menghadap PPAT/Notaris, tetapi karena beberapa hal, baik pengen biaya murah dalam pengurusan AJB dan Balik Nama sertipikat atau atas bujukan pembeli, pihak penjual memberikan keterangan bahwa penjual sudah menerima seluruh harga transaksi.

  1. Sebelum melakukan peralihan kepemilikan, baik bertindak selaku penjual maupun pembeli, tidak berkonsultasi lebih dahulu dengan Notaris/PPAT.

Hal ini yang paling sering terjadi, disebabkan takut biaya menjadi mahal kalau diurus oleh Notaris/PPAT, pengen cepat, keawaman masyarakat, jauh ke kantor Notaris atau juga iming-iming aparat pemerintah yang bisa membantu.

Dalam kondisi ini, para pihak tidak akan mendapat penjelasan (sekaligus pembelajaran) mengenai peralihak hak atas tanah dan bangunan secara jelas dan utuh, baik mengenai kondisi objek (surat-surat tanah dan bangunan) maupun subjek (pemilik dan kewenangannya) berikut biaya dan pajak dan bea yang menjadi kewajiban para pihak, berikut sitem pembayaran dan pelunasan.

Kalam kasus Bapak, posisi Bapak adalah lemah, karena prinsipnya setelah AJB ditandatangani oleh para pihak dihadapan PPAT yang berwenang, maka diartikan bahwa penjual telah menerima seluruh harga transaksi.

Bapak hanya bisa mengajukan gugatan hukum kepada pembeli, dengan konsekwensi melibatkan PPAT yang membuat AJB tsb.

Saya sarankan Bapak menghadap terlebih dahulu kepada Sekertariat IPPAT (Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah) dimana PPAT tsb berada, untuk menyampaikan persoalan ini dan meminta saran mengenai langkah yang harus Bapak tempuh.

Bagaimanapun hasilnya, persoalan yang Bapak hadapi, kemungkinan besar, karena Bapak melakukan hal yang saya sampaikan diatas.

Tk.