Pertamyaan :

Salam hormat,

Orangtua kami telah almarhum, ia meninggalkan rumah dan sebidang tanah, yang hanya dilengkapi dengan surat AJB, dimana dalam surat AJB itu dicantumkan nama dua orang anak saja, sedangkan kami ada 8 bersaudara;

Apakah secara hukum sah jika ke 2 saudara yg namanya ada dalam surat AJB itu mengklaim kepemilikan/pewaris dari harta peniggalan orangtua kami itu;

dan bagaimana dengan saudara kami yang lain..

terimah kasih atas penjelasannya..

 

Jawaban:

Selamat siang Pak Jeremy..

Betul Pak, kadang kita, sebagai anak, tidak tahu maksud, tujuan dan pertimbangan orang tua mengenai hal-hal seperti ini, dimana orang tua hanya “mengatas namakan sebagian anak” dalam AJB, sedangkan anak-anak lain namanya tidak diikut-sertakan.

Tetapi, apapun alasan dan pertimbangannya, ada konsekwensi hukum atas apa yang sudah dilakukan. Hukum pertanahan, menganggap bahwa pemilik atas bidang tanah tersebut adalah kedua saudara Bapak, yang namanya tercantum dalam AJB. Sehingga saat bidang tanah tsc. akan dipindah tangankan, maka hanya saudara-saudara Bapak tsb yang berhak dan akan menandatangani akta peralihannya.

Tetapi yang harus menjadi perhatian adalah ada hukum lain yang tidak boleh dibaikan begitu saja, Hukum tsb adalah hukum waris dan hukum keluarga juga informasi mengenai maksud dan tujuan almarhum saat membeli bidang tanah tsb.

Dalam hukum waris, pembelian bidang tanah yang diatas namakan anak, sering dianggap sebagai hibah dan warisan yang diberikan terlebih dahulu, yang apabila ternyata nilai (nominal) bidang tanah tersebut lebih besar dari hak warisnya, maka kedua saudara Bapak HARUS memberikan hak saudara-saudara yang lebih kecil haknya.

Karena pertimbangan tidak mungkin membagi dan memberikan hak dalam bentuk tanah, bisa saja dilakukan dalam uang kepada akhli waris lain.

Mohon dipertimbangkan melibatkan pihak/institusi yang faham mengenai pembagian harta waris, sesuai dengan hukum waris yang akan Bapak dan anak-anak kandung almarhum pakai, baik Notaris/PPAT dan lembaga keagamaan.

 

Tks