Pertanyaan :

Dengan Hormat,

Saya memohon bantuan bapak untuk memberikan solusi terbaik untuk permasalahan hukum yang sedang saya hadapi sbb :

Saya mempunyai 3 saudara kandung dan saya sendiri merupakan anak bungsu, kakak tertua lelaki : bens, kakak ke 2 lelaki : Harun dan kakak ke 3 perempuan : Milis, dan untuk orang tua hanya tinggal ibu. Untuk tempat tinggal (rumah) yang waktu kecil kita tinggali adalah rumah nenek yang sudah meninggal di tahun 1998, sedangkan ayah kami sendiri meninggal di tahun 1996.

Rumah tersebut selama nenek dan ayah masih hidup atas nama anak nenek(adik papa) yg bernama Rikam, nenek juga memiliki toko usaha di pasar dan harta berupa emas yg cukup banyak.

Pada tahun 1990an sebelum nenek dan ayah meninggal nenek membagi harta dan rumah tersebut ke anak2nya dengan rincian sbb :

Toko usaha ke anak paling kecil : Johan

Emas ke anak no 2 : Rikam

Rumah ke anak no 1 : wahab ( ayah kami),

namun berhubung nenek saya tidak terlalu suka dengan ayah saya karena sikap dan tingkah lakunya tidak disukai nenek maka rumah diwakilkan ke kakak saya tertua : Bens Hartono,

dan semua itu hanya dibahas secara lisan dan tidak tertulis.

Rumah yg ditinggalkan tersebut adalah rumah panggung dengan luas +/- 200m2, dan sejak nenek meninggal rumah tersebut dipugar dan dijadikan ruko 2 bh, dan semua biaya pemugaran ditanggung oleh kakak perempuan saya : Milis & suaminya Sofyan dengan kompensasi kakak saya tertua : Bens mendapatkan 1 unit rumah yg sdh dipugar menjadi ruko, satu unit lagi dimiliki oleh kakak perempuan saya : Milis, dan untuk surat rumah/ruko tersebut masing2 sdh atas nama kakak saya diatas masing2.

Semua proses diatas dilakukan tanpa adanya perembukan dng saya dan kakak ke 2 saya : Harun.

Hal yang mau saya minta saran dan tanyakan disini adalah : Apakah saya dan kakak ke 2 saya mempunyai hak waris secara hukum untuk rumah tersebut yang sdh dipugar jd ruko tersebut?

Mohon bantuannya karena hal ini masih mengganjal di hati sampai saat ini

Terima kasih

Hery Hartono

 

Jawaban :