Pertamyaan :

Assalamualaiku, Selamat pagi Pak Cahya,

Saya Farah dari Bandung, saya ingin bertanya Pak.

Untuk biaya balik nama tanah yang akan saya beli melalui ayah saya, adapun tanah itu memiliki luas 210 m2, namun tanah tersebut akan di split menjadi dua, untuk saya dan adik saya, jadi masing-masing 105 m2.

Kira-kira berapa total biaya yang akan saya keluarkan jika saya akan menggunakan jasa Bapak sebagai notaris, untuk balik nama sertifikat tanah 105 m2 tersebut.

Terima kasih.

Wassalam

 

Jawaban :

Ass. Malam Mba Farah. 

Saya belum mendapat keterangan yang jelas mengenai kata-kata “yang akan saya beli melalui ayah Saya”. Apakah maksudnya, Mba  dan adik Mba  akan memberi kuasa kepada Ayah untuk membeli bidang tanah atau dalam pengertian lain.

  1. Jika memang dimaksudkan seperti itu, maka sebaiknya Mba  dan adik Mba  masing-masing membuat Surat Kuasa Membeli, dibawah tangan, yang Mba  tanda tangani diatas materai, selanjutnya berdasarkan Surat Kuasa Membeli tersebut, yang harus diberikan kepada PPAT yang menangani transaksi jual belinya, sehingga yang tandatangan AJB berikut turutannya dihadapan PPAT adalah Bapak Mba, tetapi sertipikat masing-masing nanti tercatat  atas nama  Mba Farah dan adik Mba.

Selanjutnya, sejak bulan April 2013, BPN Kota Bandung menerapkan aturan bahwa tidak ada jual beli sebagian tanah….

Prosedur pembelian sebagian bidang tanah/sliptzing :

  1. Pengukuran bidang  tanah oleh petugas dari BPN
  2. Pembuatan Akta Pengikatan Jual Beli dihadapan Notaris.
  3. Proses splitzing di BPN.
  4. Pembuatan AJB di hadapan PPAT
  5. Balik Nama sertipikat di BPN.

 

Penjelasan singkatnya sbb:

  1. Langkah pertama, dilakukan pengukuran oleh petugas BPN atas bidang tanah yang akan dijual-belikan, sehingga luas dan batas-batasnya jelas dan pasti.
  2. Untuk menjaga dan meng-akomodir kepentingan para pihak (sebaiknya setelah hasil pengukuran tsb ada) segera lakukan pembuatan Akta Pengikatan Jual Beli/PJB.  PJB ini dilakukan dengan alasan bahwa atas bidang tanah tersebut sedang dilakukan pemisahan/splitz, yang kedua-duanya akan tetap tercatat atas nama pemilik/penjual.

Dalam PJB secara tegas dicantumkan mengenai pemberian kuasa dari penjual kepada pembeli, jika transaksi sudah dilunasi seluruhnya, maka pembeli berhak untuk menanda-tangani sendiri AJB tanda perlu kehadiran pihak penjual lagi.

  1. Setelah penanda-tanganan PJB, yang mengatur mengenai hak dan kewajiban para pihak termasuk mengenai biaya dan pajak dan bea terutang, segera diproses splitzing, sesuai luas hasil pengukuran prtugas BPN tsb. waktu berkisar 3 bulanan.
  2. Setelah sertipikat selesai, yang akan di infokan oleh Notaris/PPAT yang memprosesnya, Mba dan adik Mba diminta untuk menanda-tangani Akta Jual Beli/AJB, yang sebelumnya sesuai prosedur, dilakukan pengecekan sertipikat ulang dan pembayaran pajak dan bea terutang.
  3. Setelah penanda-tanganan AJB, PPAT akan segera memproses Balik Nama sertipikat ke atas nama pembeli. sekitar 1,5 bulanan.

Untuk menghitung biaya, Notaris/PPAT perlu mendapat info berupa sertipikat dan PBB thn terakhir.